Ini Fakta, RADEN WIJAYA, Keturunan Raja Sunda dan Maharaja Sriwijaya Palembang
KEN DEDES
KEN DEDES adalah Putri dari Biksu Mpu Purwanata (Wiranata). Ia yang terkenal karena kecantikannya dan memiliki sinar di ujung pahanya, sebagai pertanda bahwa ia akan melahirkan Raja-raja besar di Nusantara
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa suami Pertama KEN DEDES adalah TUNGGUL AMETUNG (Raja Tumapel Terakhir), melahirkan anak bernama ANUSAPATI. Ia kemudian menjadi Raja ke-2 Singhosari setelah membunuh Ayah Tirinya (Ken Arok) sebagai aksi balas dendam atas kematian ayahnya (Tunggul Ametung). Anusapati mempunyai anak bernama "WISNUWARDHANA" (Raja Singhosari)
Sedangkan suami kedua KEN DEDES adalah KEN AROK (Pendiri Kerajaan Singosari) melahirkan anak bernama: MAHISA WONG ATELENG (saudara Toh Jaya) memiliki anak bernama "MAHISA CEMPAKA" dan "WANING HYUN" yang kelak keduanya akan diperistri oleh Wisnuwardhana, untuk menguatkan legitimasi atas Dinasti Rajasa, sekaligus menghapus dendam perang saudara antara keturunan Tunggul Ametung dan Keturunan Ken Arok, demi kejayaan Singhosari.
WISNUWARDHANA (Seminingrat)
Menjadi raja di Kerajaan Tumapel (Singhasari). Ia naik takhta pada tahun 1248 +setelah menggantikan Tohjaya).
Ketika Naik Tahkta menjadi Raja diberi gelar Sri Jaya Wisnuwardhana dan memerintah bersama sepupunya yang dijadikan istri, yakni Mahesa Cempaka (Narasinghamurti).
Pemerintahan bersama (Dwi Tunggal):
Ia memerintah secara bersama-sama dengan Mahesa Cempaka (Narasinghamurti) putri dari Mahisa Wong Ateleng, putra dari Ken Arok dan Ken Dedes.
Tujuan pemerintahan Dwi Tunggal
Pemerintahan bersama ini bertujuan untuk mempersatukan kerajaan yang saat itu masih terbagi, antara Wisnuwardhana adalah Putra dari Anusapati anak dari Tunggul Ametung Raja Tumapel (terakhir) sedangkan Mahesa Cempaka adalah putri dari Mahisa Wong Ateleng , Putra dari Ken Arok (pendiri) Kerajaan Singhosari.
Baik WISNUWARDANA maupun MAHESA CEMPAKA putri Mahisa Wong Ateleng adalah keduanya (sepupu) sebagai cucu dari Ken Dedes, sekaligus sebagai ikatan Suami-istri. Dari hasil pernikahannya, melahirkan;
1. SRI HISMATUPA KUMALA RANGGAWUNI SINGSARI (Adwajabrahman)
2. DYAH TAPASI
Sedangkan pernikahan WISNUWARDHANA dengan WANING HYUN putri Mahisa Wong Ateleng, (keduanya juga sepupu) melahirkan;
1. KERTANEGARA (Raja Singasari Terakhir)
2. TURUK BALI (Isteri Jayakatwang Raja Kediri)
3. DYAH LEMBU TAL (ibu dari Raden Wijaya Pendiri Kemaharajaan Majapahit)
Asal usul WANING HYUN
Pada prasasti mula malurung lempeng dan baris ini, menurut saya seminingrat sedang menampilkan atau menegaskan bahwa tokoh yang meninggal di kebon agung yang dipuja sbagai sang gurunya seminingrat masih keluarga langsung sri kertanagara. Adalah kakek kertanagara dari garis jalur ibu yaitu nararya waning hyun keturunan langsung bhatara parameswara sang lina ring kebon agung. Yang merupakan paman dari seminingrat, kerna sminingrat putra anusapati, dan ayah waning hyun adalah mahisa wong ateleng adik tiri anusapati.
Dari sini sudah kelihatan, bahwa kedua istri dari Wisnuwardhana adalah "saudara tiri lain ibu, namun sama-sama (keduanya) adalah anak dari Mahisa Wong Ateleng, putra Ken Arok dengan Ken Dedes.
Salah satu anak dari Waning Hyun, adalah adalah Dyah Lembu Tal, yang menikah dengan Rakyan Jayadarma, melahirkan Sanggaramawijaya (Raden Wijaya).
Asal-usul Ayah RADEN WIJAYA
Raden Wijaya memiliki keturunan Sunda dan Jawa, karena ayahnya adalah seorang pangeran dari Kerajaan Sunda Galuh dan ibunya, Dyah Lembu Tal, merupakan putri dari Mahisa Campaka dari Kerajaan Singasari. Jadi, ia memiliki darah dari kedua kerajaan tersebut.
Ayah Raden Wijaya bernama:
Rakyan Jayadarma, Raja Galuh ke-26. seorang pangeran dari Kerajaan Sunda Galuh. Karena intrik politik, maka ia harus meninggalkan tanah Sunda dan akhirnya Raden Wijaya dibesarkan di Singasari. RAKYAN JAYADARMA adalah Putra dari Maharaja Sunda ke-25 (Darmasiksa) dari isterinya yang bernama Dewi Suprabha Wijayatunggadewi, Putri dari Maharaja Sriwijaya (Sanggarama)
Ibu Raden Wijaya, bernama:
Dyah Lembu Tal (juga dikenal sebagai Dewi Singhamurti), yang merupakan putri Mahisa Campaka dari Kerajaan Singasari. Mahisa Campaka adalah cucu dari Ken Angrok, pendiri Kerajaan Singasari.
Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit) menikahi anak dari pamannya (Prabu Kertanegara), sebanyak 4 orang, termasuk didalamnya adalah Gayatri (Rajapatni) yang kelak akan melahirkan Tribhuwana Tunggadewi dan Rajadewi. Tribhuwana Tunggadewi menikah dengan Kertawardana (Cakradara) sedangkan Rajadewi menikah dengan Kuda Merta.
Fakta pendukung, RADEN WIJAYA adalah Putra dari Kerajaan Sunda Galuh adalah :
-1. Nama Tahkta: Narāryya Sanggramawijaya Śrī Mahārājā Kṛtarājasa Jayawarddhana .
Kata Sanggarama sesuai dengan nama buyut dari ibinya "Sanggarama" (Maharaja Sriwijaya)
-2. Putrinya bernama Tunggadewi, sesuai dengan nama neneknya Dewi Suprabha "Wijayatunggadewi"


Komentar
Posting Komentar