LA PATAU MATANNA TIKKA "Pemersatu" Raja Bugis - Makassar
A. Mengenal Kerajaan Bone
Kerajaan Bone adalah salah satu kerajaan Bugis terbesar di Sulawesi Selatan yang berdiri pada abad ke-14. Kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang patut diperhitungkan, sehingga bisa menjadi sebagai pemersatu kerajaan-kerajaan Bugis dan Makassar. Puncak keemasan kerajaan Bone terjadi pada masa kepemimpinan Arung Palakka (1634–1696) dan penerusnya, La Patau Matanna Tikka (1672–1714), sehingga Kerajaan Bone, tercatat sebagai salah satu kerajaan di Nusantara
![]() |
| Tugu Selamat Datang di Kabupaten BONE Sulawesi Selatan |
B. Fungsi dan peranan Kerajaan Bone
terdiri dari: (Luwu – Bone – Gowa)
Bone bersama Luwu dan Gowa membentuk Tiga wilayah kerajaan di Sulawesi Selatan. Luwu sebagai Kerajaan tertua yang dimuliakan, Bone sebagai simbol keberanian, sedangkan Gowa sebagai simbol keperkasaan, yang bisa melanglang buana ke berbagai daerah di wilayah timur Indonesia. Maknanya ketiga kerajaan ini adalah pusat peradaban Bugis-Makassar. Jika salah satu melemah, dua lainnya harus menopang agar keseimbangan tetap terjaga.
(Bone – Soppeng – Wajo)
Bone juga menjadi bagian dari aliansi Tellu MpoccoE, yaitu persekutuan tiga kerajaan Bugis: Bone, Soppeng, dan Wajo, yang ditandai dengan perjanjian "Allamung MpatuE". Dimana ketiga raja ini, setuju dan sepakat akan saling melindungi, saling menghormati dan saling membantu, ibaratnya seperti saudara kandung, dimana Bone sebagai saudara tertua, Wajo sebagai saudara kedua, dan Soppeng sebagai saudara bungsu, dengan kata lain, Tiga yang bersaudara ini, dimana Bone sebagai kepalanya, Wajo sebagai perutnya, Sopeng sebagai tulang punggungnya.” (Tak terpisahkan)
3. Bone sebagai Pemersatu para keturunan Raja di Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Mandar)
- La PakokoE adalah putra Raja Bone ke-13
- We Tenri Wale adalah cucu Raja Bone ke-12
Dari data tersebut diatas, terungkap bahwa "La Patau Matanna Tikka", yang mewarisi 3 kerajaan sekaligus, yakni "Tellu MpocoE" (Bone, Soppeng, Wajo "BOSOWA") lalu kemudian menikahi 2 Putri Raja Adikuasa di Sulawesi Selatan, yaitu:
- Mariama binti Mappadulung, Raja Gowa.
Pernikahan La Patau Matanna Tikka dengan We Ummung (Datu Larompong), lahirlah;
2. La Temmasonge (laki-laki)
3. We Fatimana (perempuan)
Pernikahan La Patau Matanna Tikka dengan Mariama (Karaeng Pattukangang), lahirlah:
2. La Padang Sajati To Appaware (laki-laki)
3. La Panaogi To Pawawoi (laki-laki)
4. We Annebanne Da Pattola (perempuan)
4. Warisan jabatan, bagi Putra - Putrinya:
A). WE BATARI TOJA, sebagai :
- Ratu di Bone ke-17 dan ke-21,
- Ratu di Soppeng ke-22 dan ke-24
B). LA TEMMASONGE, sebagai :
- Raja Soppeng ke - 25
C). WE FATIMANA, sebagai :
(Menggantikan ibundanya We Ummung)
E). LA PAREPPA TO SAPPEWALI, sebagai :
- Raja Bone ke - 19
- Raja Soppeng ke - 19
F). LA PADANG SAJATI, sebagai :
- Raja Soppeng ke - 21
G). LA PANAONGI, sebagai :
- Raja Bone ke - 20
Ditambah lagi sebagai 3 Kerajaan Otonom (Soppeng - Wajo- Tallo), maka sudah sepatutnya dan sepantasnya jika Keturunan LA PATAU MATANNA TIKKA sebagai "Simbol" Persatuan dan Kesatuan para keturunan raja-raja di Sulawesi Selatan, hingga sekarang ini.
KESIMPULAN :
1. Penggunaan Nama "ANDI" di depan nama sebagai simbol keturunan bangsawan Bugis-Makassar, semestinya berasal (bersumber) dari keturunan: "La Patau Matanna Tikka", sebab nama beliau lah, yang tertera di Stambuk 3 Kerajaan (Luwu, Bone, Gowa),
2. Meskipun berasal dari keturunan "La Patau Matanna Tikka" harus memenuhi kriteria, syarat, dan kategori yang telah ditetapkan oleh Dewan Adat (Luwu, Bone, Gowa)
3. Diperbolehkan penggunaan Nama "ANDI" yang berasal dari luar Keturunan La Patau Matanna Tikka, namun sebaiknya mengikuti ketentuan khusus (untuk itu) yang telah disepakati oleh Dewan Adat.
4. Catatan mengenai "La Patau Matanna Tikka", Selain sebagai menantu dari Raja Gowa, dan Raja Luwu, Beliau Yang Mulia: "La Patau Matanna Tikka" adalah Raja Bone-16, Raja Soppeng ke -18 , Ranreng Tuwa Wajo ke -17
5. Untuk lebih mendalami, tentang sejarah awal mula, Penggunaan Nama "ANDI", Silahkan "Klik" Label yang tersedia, dibawah ini, yaitu Penggunaan Gelar ANDI. atau Sejarah Nama ANDI.
==💓Terima Kasih🇲🇨==Hormat Santun
Dari saya: 🙏🏻 RENDI (Panglima 05)🦜





Komentar
Posting Komentar