ADITYAWARMAN "Pendiri Pagaruyung" Genealogi Majapahit-Minangkabau dan Hegemoni Sumatera
ADITYAWARMAN Keturunan Kerajaan Melayu Dharmasraya di Sumatera
Menelusuri peran Adityawarman dalam memperluas pengaruh Majapahit dan mewariskan peradaban unik di Sumatera, dengan cara mendirikan kerajaan baru di Minangkabau, atas dukungan dari Kakeknya Raja Dharmasraya dan Kerajaan Majapahit.
Adityawarman, seorang tokoh sentral dalam sejarah Nusantara, sering kali diidentikkan sebagai pendiri Kerajaan Pagaruyung yang megah di tanah Minangkabau. Jejak langkahnya bukan hanya membentuk entitas politik baru, tetapi juga merajut simpul kekerabatan antara dua kekuatan besar di Nusantara: Majapahit dan Kerajaan Melayu Dharmasraya.Adityawarman adalah putra dari Dara Jingga, seorang putri dari Kerajaan Dharmasraya (Melayu). Dara Jingga dibawa ke Jawa setelah Ekspedisi Pamalayu (1275–1293 M) yang dipimpin oleh Raja Kertanegara dari Singhasari. Adiknya, Dara Petak, kemudian dinikahi oleh Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, dan dari pernikahan ini lahirlah Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit. Sedangkan Dara Jingga menikah dengan Mahamenteri Singosari bernama "Sira Alaki Dewa" melahirkan: Adityawarman.
Dengan demikian, Adityawarman dan Jayanegara memiliki hubungan sepupu, karena keduanya adalah cucu dari Raja Mauliawarmadewa, penguasa Kerajaan Melayu Dharmasraya di Sumatera.
Adityawarman: Kisah Pendiri Kerajaan Pagaruyung, Genealogi Majapahit-Minangkabau, dan Hegemoni di Sumatera
Hubungan darah ini tidak hanya menempatkan Adityawarman sebagai bangsawan di lingkaran kekuasaan Majapahit, tetapi juga sebagai pewaris sah garis keturunan kerajaan di Sumatera.
Peran Adityawarman dalam Geopolitik Majapahit
Pasca pergantian takhta di Majapahit pasca terbunuhnya Raja Jayanegara pada tahun 1328, membawa Adityawarman ke panggung politik yang lebih besar. Setelah peristiwa pembunuhan Prabu Jayanegara yang melibatkan tabib istana Ra Tanca, sehingga Ratu Tribhuwana Tunggadewi naik takhta dengan dukungan penuh dari Mahapatih Gajah Mada. Di era inilah, Adityawarman aktif sebagai pejabat tinggi kerajaan Majapahit. Ia bahkan tercatat memimpin ekspedisi militer ke Sumatera, sebuah misi strategis untuk menegakkan kembali hegemoni dan pengaruh Majapahit di wilayah barat Nusantara. Ini menunjukkan kepercayaan besar Majapahit terhadap kemampuannya dalam diplomasi dan militer.
Mendirikan Kerajaan Pagaruyung di Minangkabau-Sumatera
Berdirinya kerajaan Pagaruyung oleh Adityawarman sebagai kerajaan besar ke-3 di Sumatera setelah Sriwijaya dan Dharmasraya, menjadikan Kerajaan Pagaruyunh sebagai Pusat Kekuatan Baru di Minangkabau. Setelah menjalankan tugas penting di Sumatera, Adityawarman membuat keputusan monumental. Ia memilih untuk menetap di tanah leluhurnya, wilayah Minangkabau, sekitar pertengahan abad ke-14 M. Kerajaan ini bukan hanya kelanjutan dari Kerajaan Melayu Dharmasraya, tetapi juga perpaduan unik antara warisan lokal dan pengaruh kuat Majapahit. Pengaruh Majapahit terlihat jelas dalam struktur pemerintahan, praktik agama Buddha-Tantrayana, serta sistem sosial yang diadopsi di Pagaruyung.Sebagai bukti kedaulatannya, Adityawarman kemudian dinobatkan dengan gelar Maharajadhiraja, sebuah gelar yang menegaskan posisi Pagaruyung sebagai kerajaan independen dan berkuasa penuh. Di bawah kepemimpinannya, Pagaruyung berkembang pesat menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan yang signifikan di Sumatera bagian tengah.



Komentar
Posting Komentar