Siapa sebenarnya ibu dari: "LA TEMMA SONGE"

"...Sebagai putra dari La Patau Matanna Tikka, namun masih menyisakan polemik, bagi keturunannya mengenai siapa sebenarnya ibu dari LA TEMMASONGE, sebagian mengatakan anak kandung dari WE UMMUNG Datu Larompong, sebagian pula berpendapat bahwa  ia adalah anak kandung dari WE SUNDARI...."

Bagi yang berpendapat, ibunya adalah We Ummung, karena berdasarkan silsilah yang tercatat di dalam Stambuk, sedangkan yang berpendapat, bahwa ibunya adalah We Sundari, karena berdasarkan dalam  catatan buku harian, ayahnya yakni: "La Patau Matanna Tikka. Prihal mengenai La Temmasonge "dengan" We Sundari Datu Baringeng , yang jelas La Temmasonge, sejak dari kecil diasuh dan dibesarkan oleh We Sundari  binti Setttiaraja  Raja Luwu ke 18 dan 20, kemudian ia sebagai "Penerus" We Sundari sebagai Datu Baringeng adalah "La Temmasonge".

We Sundari merupakan Saudara tiri dengan We Ummung, sebab satu bapak yakni Setttiaraja Raja Luwu ke-18 dan ke-20, cuma keduanya memiliki ibu yang berbeda.

Polemik tersebut dalam tataran sejarah masih dianggap wajar, sebab menurut sejarahwan, jika sejarah dibuat secara sistematis dan sempurna, maka ia akan menjadi bacaan yang membosankan. Untuk itu, sebagai keturunan Raja Bone ke-22 (Paduka Yang Mulia: La Temmasonge) terus menggali dan mencari, siapakah sebenarnya ibu biologis (ibu kandungnya) apakah We Ummung Datu Larompong ataukah We Sundari Datu Baringeng? 

Hubungan kekerabatan We Ummung (Datu Larompong) dengan We Sundari (Datu Baringen), selain sebagai istri dari La Patau Matanna Tikka, Kedua juga merupakan putri dari "Setttiaraja" Raja Luwu ke-18, yang berasal dari ibu yang berbeda;

a. We Ummung, memiliki ibu bernama We' Diyo Karaeng Takalara (Keturunan dari Luwu, Bone, Gowa) 

b. We Sundari, memiliki ibu bernama We' Bau Cella, putri dari  Raja Wajo ke 23 dengan Rukiyah binti Sultan Hasanuddin, Raja Gowa (berarti We Sundari: Luwu, Bone dan Wajo)

Maka antara, We Ummung dan We Sundari, selain sebagai "madu" juga saudara se-ayah, namun lain ibu, tapi keduanya adalah Putri dari Setttiaraja Raja Luwu ke-18 (yang masih sepupu 1X, dengan Sultan Hasanuddin, Somba/Raja Gowa ke-16) 

      LA TEMMASONGE 

Di besarkan oleh We Sundari Datu Baringeng binti Setttiaraja Raja Luwu ke-18, lalu kemudian menggantikannya menjadi Datu Baringeng. Jabatan ini diemban oleh "La Temmasonge" sebelum akhirnya diangkat dan dinobatkan menjadi "Raja Bone ke-22", demi untuk meneruskan kepemimpinan dari saudara-saudara tirinya (se-ayah), dan saudara sekandungnya. Adapun saudara tirinya (se-Ayah) dari La Patau Matanna Tikka, dengan istrinya Mariama binti Mappadulung Somba/Raja Gowa ke-18 bin Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16, adalah:

1. La Pareppa to Sappewali 

2. La Padassajati to Appaware 

3. La Panaongi to Pawawoi 

Profil Pemerintahan "La Temmasonge"

1. Sebagai Raja Bone, penerus dari saudara-saudaranya yang diwariskan dari Ayahandanya (La Patau Matanna Tikka Raja Bone ke-16) yang diteruskan kepada: We Batari Toja, (Ratu Bone ke-17), La Passajati, (Raja Bone ke-18), La Panaongi (Raja Bone ke-20), Batari Toja (Ratu Bone ke-21, jabatan kedua kalinya). 

La Temmasonge dinobatkan sebagai Raja ke-22, kemudian selanjutnya, digantikan oleh cucunya yang bernama "La Tenri Tappu to Appaliweng, sebagai Raja Bone ke-23, ia juga merupakan cicit dari La La Pareppa to Sappewali Raja Bone ke-19. 

La Tenri Tappu menikahi sepupu 1X, yakni sama-sama cucu dari La Temmasonge Raja Bone ke-22, melahirkan 11 orang anak.

2. Sebagai Raja (Datu) Soppeng 

La Temmasonge, juga meneruskan kepemimpinan dari saudara-saudaranya yang diwariskan dari Ayahandanya La Patau Matanna Tikka, Raja Soppeng ke-24. Kemudian kepemimpinan kerajaan di Soppeng diteruskan oleh Putra-putri dari La Patau Matanna Tikka, yang juga merupakan saudaranya La Temmasonge, yakni: La Padassajati (Raja Soppeng ke-25), La Pareppa (Raja Soppeng ke-27), We Batari Toja (Ratu Soppeng ke-30).

Selanjutnya kepemimpinan Raja Soppeng juga di jabat La Temmasonge, menggantikan kakaknya (We Batari Toja), hal yang sama juga  terjadi di Bone. Berarti La Temmasonge menggantikan We Batari Toja, sebagai Raja di Bone, sekaligus Raja di Soppeng.

Pengganti selanjutnya La Temmasonge adalah adik se-Ayah lain ibu, bernama; "La Tongenge" menjadi Raja Soppeng ke-32. 

Mengenai keturunan La Temmasonge, dari puluhan istri, diperkirakan mencapai 80 orang anak (laki-perempuan).

==💓Terima Kasih🇲🇨==Hormat Santun 

Dari saya: 🙏🏻 RENDI (Panglima 05)🦜

Komentar

Postingan Populer