Periode Awal Kekalahan GAJAH MADA di Sumatera
MAJAPHIT DI SUMATERA
Menurut IR. Parlindungan, Nama Kertanegara tidak di kenal dikalangan Batak Karo/Simalungun, namun yang dikenal adalah Jaka Dolog.
Jaka Dolog mengirim utusan ekspedisi militer ke Pamalayu dibawah pimpinan Indrawarman, sebagai Panglima Tentara, didampingi Mahamenteri Adwayabrahman (kelak menjadi Ayah Adityawarman).
Menurut Martuaraja, mengenai tokoh indrawarman:
1. Faktanya adalah Tentara Singasari dikirim ke berbagai negara Melayu, pada tahun 1275 (Ekspedisi Pamalayu) dan berhasil merebut kerajaan Dharmasraya/Jambi untuk menguasai Hasil Lada di Dareh-Minangkabau
2. Untuk mengamankan hasil Lada dari dominasi dinasti fatimiah, maka sebagian tentara Singasari ditempatkan di Muara Sungai Asahan.
3. Pada tahun 1293, Bekas Panglima Singasari Indrawarman tidak mau tunduk kepada Majapahit yang baru berdiri.
4. Panglima Indrawarman mendirikan kerajaan SILO di Pedalaman Simalungun, untuk menghindari ancaman Majapahit.
5. Ketika Gajah Mada menjadi Mahapatih (1331-1364), tentara Majapahit mendirikan Kerajaan Pagaruyung di Minangkabau, sehingga memusnahkan Kerajaan Silo.
Selama Singasari dilanda perang saudara dengan Kediri, banyak kerajaan-kerajaan bawahan Singasari mau melepaskan diri. Setelah Majapahit terbentuk oleh Raden Wijaja (Menantu Singasari) beberapa orang kepercayaan bekas kerajaan Singosari tidak mau tunduk pada Majapahit, sebagai lanjutan Singasari.
Sejak tahun 1294-1336 (40 tahun) Kerajaan Majapahit (lanjutan Singasari) berjuang merebut kembali kerajaan bawahan, sekaligus memperluas wilayah kekuasaan Majapahit, terutama ketika dinahkodai oleh Mahapatih Gajah Mada.
Pada tahun 1339, Adityawarman diutus ke Sumatera untuk mendirikan Kerajaan Pagaruyung dalam rangka mendukung "Sumpah Palapa".
Dalam Nagarakretagama pupuh 13/1, dijelaskan daerah tundukan di Sumatera, antara lain: Aru/Barumun, Kuntu/Kampar, Jambi, Palembang, Toba, Dharmasraya, Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Panai, Kampai Haru atau Mandailing, Tumihang, Perlak, Samudera, Lamuri, Batan, Lampung dan Barus
Banyak pihak yang menilai terlalu tinggi standar yang ingin dicapai oleh Mahapatih Gajah Mada melalui "Sumpah Palapa". Hal ini membuat Kekuatan Tentara Majapahit "tidak terpusat", misalnya harus menghadapi Perang Bubat tahun 1359 yang diceritakan dalam kitab Sundayana, juga dengan KEBO IWA Raja penguasa Pulau Bali, dan lain-lain.
Kekalahan Gajah Mada, yang paling menonjol ketika pasukan Gajah Mada, melakukan penyerbuan ke Kesultanan Islam di Samudera Pasai. Atas kekalahan ini, menjadikan "Adityawarman" berani melakukan pembangkangan kepada Majapahit, terlebih lagi setelah Kerajaan Pagaruyung berhasil merebut Kesultanan Kuntu/Kampar, membuat nyali Adityawarman semakin menjadi-jadi dengan mendirikan Dinasti Kulisadhara (Dinasti Indera). Perlu kita ingat, bahwa Adityawarman ini sepupu dengan Prabu Jayanegara Raja Majapahit ke-2


Komentar
Posting Komentar