Raja 3 Majapahit: TRI BHUWANA TUNGGADEWI

 GAYATRI Istri Raden Wijaya

Pada tahun 1328, Prabu Jayanagara, mati terbunuh ditempat tidurnya oleh Ra Tanca (Tabib kerajaan), ketika itu pula serta merta Gajah Mada "menusukh" Ra Tanca hingga tewas ditempat pembaringannya, sontak suasana istana langsung "geger", Gajah Mada langsung mengambil tindakan cepat tanpa ragu membunuh Ra Tanca, sehingga keduanya pun tewas terbunuh.

Kekosongan pemimpin Majapahit, ada Sosok yang berpengaruh, yakni "GAYATRI" (Rajapatni) menolak naik tahta menjadi Raja Majapahit. 

Pergantian tahta di Majapahit itu pasca Raja Jayanagara dibunuh usai terjadi sejumlah prahara di dalam Kerajaan Majapahit. Jayanegara merupakan putra dari Raden Wijaya yang merupakan pendiri sekaligus raja pertama Majapahit, memiliki 4 ibu tiri dan 2 saudara tiri yang berhak naik tahta.
Gajah Mada mengusulkan Gayatri. Akan tetapi Gayatri pun sempat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Mahapatih Gajah Mada yang telah mengusulkan dirinya menggantikan Jayanagara sebagai raja, namun Gayatri mengusulkan kedua putrinya. 

Gayatri menyerahkan singgasana kerajaan Majapahit kepada putrinya, Tribhuwana Tunggadewi.

Kemudian Gajah Mada mengangkat "Tribhuwana Tunggadewi" dan "Mahadewi Maharajasa" sebagai Maharani Majapahit, sebagai pengganti ibunya Gayatri (Rajapatni) yang menolak tawaran Gajah Mada untuk menggantikan anak tirinya (Jayanegara), sebab Gayatri (Rajapatni) adalah putri dari Prabu Kertanegara (Raja Singosari terakhir) yang diperisterikan Raden Wijaya (pendiri Majapahit).

$ebagai Pengganti Jayanegara untuk memerintah Majapahit, untuk kemakmuran rakyatnya dan memulihkan, keamanan istana dan ketentraman masyarakat majapahit, maka Gayatri (Rajapatni) sebagai ibusuri, mengusulkan kedua putrinya, sebagai Rani Majapahit. Namun yang sering tampil kedepan adalah Tribhuwana Tunggadewi mengukir namanya dalam sejarah Majapahit sebagai pemimpin yang kuat dan berani. Pergantian tahta ini menjadi titik balik penting, membuka lembaran baru bagi Majapahit di bawah kepemimpinan seorang ratu, yang kelak akan membawa kerajaan mencapai puncak kejayaannya.​ 
Tribhuwana Tunggadewi, sebagai Raja ke-3 Majapahit, menikah dengan Kertawardana yang juga merupakan keturunan dari: Tunggul Ametung-----KENDEDES----KenArok, melahirkan "Prabu Hayam Wuruk".

Komentar

Postingan Populer