HAYAM WURUK "keponakan" ADITYAWARMAN Pendekar Majapahit, mendirikan Pagaruyung di Minangkabau

PRABU HAYAM WURUK

Latar Belakang dan Keluarganya

Ia adalah cucu dari Sanggrama Wijaya (Raden WIJAYA), putra dari Dyah Lembu Tal, => binti Mahesa Cempaka Mahapatih Majapahit, => bin Mahisa Wong Ateleng, => bin Ken Arok pendiri kerajaan Singhosari dengan permaisuri Ken Dedes putri dari Rsi Mpu Purwa.

RAJAPATNI (Gayatri) putri dari Prabu Kertanagara, => Wisnuwardhana Raja Singasari ke- , => Anusapati Raja Singasari ke-2, => Tunggul Ametung Akuwu Tumapel dengan istrinya Ken Dedes putri dari Resi Mpu Purwa

Pernikahan Raden Wijaya dengan Rajapatni (Gayatri) melahirkan:
1. Trubhuwana Tunggadewi (istri Cakradara)
2. Rajadewi (istri Kuda Merta)

Pernikahan TRI BHUWANA TUNGGADEWI dengan KERTAWARDHANA (Cakradara) putra dari Kumala Ranggawuni (Adwajabrahman) Mahamentri Majapahit dengan istri bernama Reno Marak (Dara Jingga) putri dari Srimat Mauliawarmadewa Maharaja Malayu Dharmasraya
melahirkan: "HAYAM WURUK''

Pengaruh "HAYAM WURUK" Raja Majapahit di SUMATERA

1. Faktor dari Ayah : CAKRADARA

Adalah Putra dari Hismatupa Kumala Ranggawuni (ADWAJABRAHMAN-Cicit Ken Arok), menikah dengan;
Reno Marak (DARA JINGGA, Bundo Kandung) putri dari Srimat Mauliawarmadewa Maharaja Malayu Dharmasraya, => Trailokyaraja Raja Sriwijaya ke-21, => Sri Imbang Jaya ke-20, => Dharmawira Raja Sriwijaya ke-19, => Sri Dewa Raja Sriwijaya ke-18 => Sri Sanggrama Wijaya Tunggawarman ke-17 => Haji Sumatera Bhumi Raja Sriwijaya ke-16, => Sri Marawijaya Tunggawarman Raja Sriwijaya ke-15_ => Sri Cudamani Raja Sriwijaya ke-13_ => Sri Udayadityawarman Raja Sriwijaya ke-10_ => Balaputra Dewa_9 => Ratu Dewi Tara_ => Dharmasetu Raja Sriwijaya ke-7_ => Wisnu Warman_ => Rudra Wikrama Raja Sriwijaya ke-3_ =>™Sri Indrawarman Raja Sriwijaya ke-2 _ => Dapunta Hyang Jayasa Pendiri Sriwijaya (Dinasti Syailendra)

2. Faktor dari Paman: ADITYAWARMAN

Adityawarman adalah pendiri kerajaan Pagaruyung di Minangkabau sekaligus pemersatu kerajaan Dharmasraya, sehingga ia bergelar:
Maharajadiraja dan Srimat Sri Udayadityawarma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Warmadewa.
Gelar lain yang juga digunakan adalah Tuan Janaka, Mantrolot Warmadewa, Suravasavan (sebutan dari putranya), dan Sang Arya Dewaraja Mpu Aditya

Adityawarman "bersaudara kandung" dengan Cakradara (Kertawardhana) ayah dari Prabu Hayam Wuruk Raja Majapahit.
Adityawarman adalah "orang kepercayaan" dari ibunda Hayam Wuruk (Ratu Tribuana Tunggadewi) selama ia berkarier di Kerajaan Majapahit.

Adityawarman lahir dan dibesarkan di Pura istana Majapahit, hingga dewasa ia dikenal ramah dan santun serta pendiam tapi ia memiliki otak cerdas dan mental pemberani di medan pertempuran, misalnya memimpin penyerangan di Bali.

Atas kecerdasan otak dan keberanian mental atas beberapa peristiwa heroik yang dilakukan oleh Adityawarman, sehingga pada tahun 1339, ia ditugaskan oleh istri kakaknya (ipar) Tribhuwana Tunggadewi Maharani Majapahit ,untuk mendirikan kerajaan disamping kerajaan dua kerajaan yang sudah ada yakni: Palembang dan Dharmasraya, untuk memperkuat Hegemoni Majapahit di Sumatera dan mempertahankan pusat perdagangan selat malaka.
[Sumber: Prof Slamet Muljana Hal: 3-9]

Penyatuan "Nusantara" oleh Majapahit

Berdasarkan Nagarakretagama, Majapahit mengklaim kedaulatan atas 98 wilayah kekuasaan yang tersebar, mulai dari Sumatra hingga Papua, yang menunjukkan adanya upaya militer untuk menaklukkan atau menundukkan kerajaan-kerajaan bawahan di seluruh wilayah 

1. Perkawinan Politik : dilakukan oleh Prabu Hayam Wuruk, untuk memperkuat legitimasi sebagai "Maharaja" dan mempersatukan (Majapahit Barat-Timur)  kemaharajaan Majapahit Prabu Hayam Wuruk menikah dengan "sepupu" Paduka Sori Parameswari (anak tantenya dari Rajadewi) binti Raden Wijaya pendiri kemaharajaan Majapahit.
Dari pernikannya, melahirkan:
-1. Kusumawardhani, Ratu Majapahit
-2. Wira Bhumi, Bhre Lasem

2. Tragedi berdarah "PERANG BUBAT"

Dyah Pitaloka Citraresmi, putri dari Raja Sunda - Galuh. Ia bersaudara dengan Niskala Wastu Kancana Raja Galuh (Ayahanda dari Prabu Siliwangi Maharaja Pajajaran). Berarti Dyah Pitaloka adalah Tante/Bibi bagi Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Ia Mendapat lamaran dari Prabu Hayam Wuruk, demi persatuan bangsawan di Pulau Jawa.

Namun ditengah perjalanan ditepatnya Pesanggrahan-BUBAT, sebelah utara daerah di Trowulan, Mojokerto-Jawa Timur, dimana Patih Gajah Mada meminta agar,  Linggabuana sebagai Raja Sunda Galuh, agar kiranya tunduk kepada Maharaja Majapahit. 

Namun Hal ini ditolak "mentah-mentah" oleh Linggabuana. Atas penolakan itu Linggabuana beserta rombongan pengantin diserang secara tiba-tiba dari Pasukan Majapahit, sehingga terjadi perkelahian yang tidak seimbang yang menewaskan Raja Sunda-Galuh beserta para rombongan.

Dyah Pitaloka Citraresmi , yang masih hidup memilih "Bunuh Diri" bersama para pembesar dan kesatria dari sunda dan galuh, karena menjunjung tinggi harga diri Sunda - Galuh dan kecewa berat atas sikap Patih Gajah Mada yang "tiba-tiba" berubah, tidak sesuai kesepakatan awal.

3. Kapal JUNG dan Meriam CETBANG

Kemaharajaan Majapahit, selain memiliki Prajurit-tangguh dan terlatih, ia juga memiliki armada perang terbesar dan terbanyak pada jamannya, yang dilengkapi dengan senjata dan meriam bernama "CETBANG" yang paling ditakuti musuh, sehingga Majapahit menjadi sebuah kekaisaran maritim (imperium), dengan Motto di laut kita berjaya.

Semboyan ini dipakai oleh TNI Angkatan laut hingga sekarang, bahkan mengabadikan "NALA" Laksamana Imperium Majapahit. Untuk mengenang kisah-kisah kejayaan dilaut menjaga Nusantara. TNI AL mendirikan Patung di Surabaya. Kasal mengatakan waktu peresmian: ini patung "Jaladhimantri Nala"

4. Wilayah Kerajaan yang pernah Diserang Langsung oleh Majapahit;

-1. Kerajaan Bedahulu - Bali
    Sekitar tahun 1343, nama raja:
    Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten

-2. Kerajaan Sunda Galuh - Jawa Barat
    Sekitar tahun 1357, nama raja:
    Lingga buana (Kakek Prabu Siliwangi)
    Peristiwa: Perang Bubat Pesanggrahan
-3. Kesultanan Islam Samudera Pasai - Aceh
    Sekitar tahun1360, nama raja;
    Sultan Ahmad Malik Az-Zahar.
    Ditaklukkan: beberapa tahun.
    
BUKTI-BUKTI "JEJAK" MAJAPAHIT DI NUSANTARA

- SUMUT: Candi Bahal di kawasan Percandian Padanglawas.

- SUMBAR: Arca Amoghapahaca, ekspedisi Pamalayu di Dharmasraya,  dan "Tanah Pilih" sebagai titik magis, awal berdirinya kesultanan islam dari kerajaan Pagaruyung bercorak budhha.

-JAMBI: Keris Pusaka "Siginjai" sebagai bukti penaklulan

-JAWA BARAT :
Ada temuan arkeologis di Desa Terung Wetan yang diduga berasal dari masa Majapahit, berupa struktur batuan berbentuk 'J' dan artefak lainnya. Namun, masih belum dipastikan dan sementara dicocokkan dengan relief di Trowulan

-KALIMANTAN :
- Candi Negeri Baru di Ketapang-Kalbar
- Penyebaran agama Hindu - Buddha
da

-SULAWESI :

- Batu bata di Malangke/Seko terkait dengan situs purbakala lokal, kemungkinan hubungan perdagangan, terutama biji besi terbaik hanya berasal dari Sulawesi yang bisa digunakan sebagai senjata 
- Ditandai pula adanya tradisi corak Hindu-Buddha mirip Majapahit.
- Nama Desa "Mancapai" di Polewali Mandar dan di dekat Malangke daerah Luwu

- Surya Majapahit, ornamen berbentuk matahari bersudut delapan yang sering ditemukan di situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit

-MALUKU
- Air Majapahit di Ambon yang berasal dari kendi utusan Majapahit,
- Arca Parwati dan perangkat gamelan yang ditemukan di Ambon.
- Arca Siwa Mahadewa di Pulau Kei yang berlanggam Majapahit

-PAPUA
- Nama "Wwanin" terdapat di dalam kitab kuno Nagarakretagama, yang diyakini merujuk pada daerah "Onin atau Fakfak'

-NUSA TENGGARA TIMUR
- situs-situs budaya dan artefak seperti Kelabba Madja di Pulau Sabu, prasasti Wadu Tunti di Bima.
- pengaruh budaya pada Kerajaan Larantuka melalui aspek seperti kesenian dan tekstil (Contohnya ikat kepala 'lesu' di Nagekeo), dan nama 'Nusa Dipa' untuk Flores.

-NUSA TENGGARA BARAT:
- Prasasti Wadu Tunti di Bima, yang berisi aksara Jawa Kuno dan bahasa lokal
- Pura Batu Gong dan situs arkeologi

JEJAK MAJAPAHIT DI LUAR NEGERI

-FILIPINA:
- Seni bela diri yang dikenal sebagai Kali Majapahit, yang berkembang dari seni bela diri Sundang Majapahit dari kerajaan tersebut.
- Patung Buddha dan keramik menunjukkan kesamaan artefak Majapahit

-MALAYSIA ;
- Penemuan reruntuhan candi Hindu dan bangunan benteng di bawah Sungai Malaka
- Uang kepeng, ornamen dan artefak

-VIETNAM :
Candi Pari di Jawa Timur, ornamen dari Champa, bukti ikatan perkawinan antara Raja Majapahit dengan Putri Champa.

+SINGAPURA :
- Artefak emas Majapahit di Fort Canning Hill,
- Penyebutan Singapura sebagai Tumasik

BUKTI-BUKTI KEBESARAN "IMPERIUM" MAJAPAHIT:

Beberapa artefak Majapahit, termasuk patung perunggu dan batu relief, pernah ditemukan dan disita dari jaringan perdagangan antik gelap di AS dan akhirnya dikembalikan ke Indonesia.

Jejak kebudayaan dan pengaruh sejarah
Asia Tenggara: Pengaruh budaya Majapahit terlihat di berbagai wilayah di Asia Tenggara, seperti Singapura, Thailand, dan Sumatra.

Australia bagian utara: Terdapat temuan arkeologis di Arnhem Land, Northern Territory, yang memiliki kesamaan dengan artefak dari Majapahit. Ini termasuk lukisan gua kuno yang memperlihatkan perahu dengan bentuk mirip jong, seperti yang digunakan di masa Majapahit

Catatan dari Dinasti Ming (Tiongkok) tahun 1268 M mengenai hubungan diplomatik dengan kerajaan di Jawa.
Catatan dari Dinasti Tang (Tiongkok) tahun 1292 M berisi informasi tentang pengiriman pasukan Tiongkok untuk menghukum raja terakhir Singasari.

Komentar

Postingan Populer