Benarkah BOROBUDUR & PRAMBANAN di bangun oleh Makhluk Halus?
Asal usul SAMARATUNGGA
Candi Borobudur pertama kali di prakarsai oleh Rakai Panunggalan, ia adalah kakek Samaratungga. Sedangkan Candi Prambanan diprakarsai oleh Rakai Pikatan, ia adalah menantu Samaratungga.
Bagaimana kisahnya dan apa hubumgan mereka, berapa lama pengerjaan Candi?
Mari kita mulai dari seorang yang berkuasa di Jawa Barat hingga ke Jawa Tengah, yang bermula dari PRABU SANJAYA Raja Sunda ke-2, Raja Galuh ke-5, Pendiri Kerajaan Medang Mataram, sebagai kelanjutan dari kerajaan Kalingga di Jepara Jawa Tengah. Dari kerajaan Medang Mataram inilah sebagai cikal bakal pembangunan candi Borobudur yang bercorak Buddha dan Candi Prambanan yang bercorak Hindu.
PRABU SANJAYA menikah dengan TEJA KENCANA, putri dari Tarusbawa pendiri kerajaan Sunda, dari istrinya yang bernama Dewi Parwati, putri Raja Kalingga Jawa Tengah, lahirlah:
1. TAMPERAN BARMAWIJAYA, ini yang diriwayatkan bertengkar dengan "Ciung Wanara" dipersatukan kembali oleh keturunan mereka di kemudian hari untuk mewarisi kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh secara turun temurun, dari generasi ke generasi hingga dipersatukan 'kembali" menjadi kerajaan Pajajaran setelah di pindahkan pusat pemerintahan dari Galuh (Ciamis) ke Pakuan Pajajaran (Bogor) pada masa pemerintahan Sri Baduga Jayadewata (Prabu Siliwangi) hingga mencapai puncak keemasan dan kejayaan yang melegenda.
2. RAKAI PANANGKARAN, menggantikan ayahnya Prabu Maharaja Sanjaya. Ia dinobatkan sebagai Raja Medang Mataram ke-2, penerus Dinasti Sanjaya sebagai kelanjutan dari Kerajaan Kalingga di Jepara Jawa Tengah, ke Jogjakarta hingga ke Jawa Timur.
RAKAI PANANGKARAN, menikah dengan DEWI SETRAWATI, Putri Gajayana, Raja Kanjuruhan yang memerintah dengan adil dan tegas sesuai hukum, sehingga jarang terjadi masalah seperti peperangan, pencurian, atau perampokan. Peninggalan Gajayana ialah membangun tempat pemujaan untuk Resi Agastya dan juga membangun arca Resi Agastya dari batu hitam. Luas wilayahnya mencakup seluruh wilayah Malang Raya hingga pesisir utara Pulau Jawa, serta lereng timur dan lereng barat Gunung Kawi di Jawa Timur.
Perkawian Rakai Panangkaran dengan Dewi Setrawati, Melahirkan: "Rakai Panunggalan".
RAKAI PANUNGGALAN (Dharanindra), Raja Medang ke-3 mempunyai anak laki-laki yang bernama RAKAI WARAK (Samaragwira) Raja Medang Mataram ke-4 yang menikah dengan DEWI TARA binti Dharmasetu Mahara Sriwijaya ke-4, dari dinasti Syailendra, melahirkan:
1. RAKAI GARUNG (SAMARATUNGGA), sebagai Raja Medang Mataram ke-5, yang menyelesaikan Pembangunan Candi Borobudur dan pembangunan irigasi
2. BALAPUTRA DEWA KOMAR GHOSA, gagal merebut tahkta di Jawa kabur ke Palembang malah ia didukung sebagai Maharaja Sriwijaya ke-7, sebab ibunya adalah Putri dari Dharmasetu, Maharaja Sriwijaya ke-4
![]() |
| Apakah memang benar, bangunan megah yang elok nan indah ini, dibangun pada jaman Nabi Sulaiman ataukah ini adalah mahakarya makhluk halus, sehingga mendapat pengakuan dari badan dunia (UNESCO) |
Ide awal pembuatan candi berasal dari Rakai Panunggalan (Raja Medang ke-3) dimulai sekitar tahun 780 Masehi. Setelah pembangunan Candi Borobudur berjalan sekitar 20 tahun, Rakai Panunggalan Wafat, pada tahun 800 digantikan oleh putranya bernama Rakai Warak Samaragwira (800-819), kemudian dilanjutkan lagi oleh Rakai Garung Samaratungga hingga selesai secara sempurna, pada tahun 825 Masehi.
Jadi, pembangunan candi Borobudur dimulai tahun 780, oleh Rakai Panunggalan, dilanjutkan oleh Rakai Warak Samaragwira dan disempurnakan oleh Rakai Garung Samaratungga pada tahun 825 Masehi.
Berarti Candi Borobudur dikerjakan oleh 3 (tiga) Raja Medang Mataram Kuno, selama 45 tahun lamanya (780-825 Masehi)
Menggunakan Arsitek Gunadharma, serta melibatkan ahli ajaran Buddha dari India seperti Kumarabacya dari Gandhadwipa dan Visvawarman dari Kashmir.
Setelah selesai dibangun candi borobudur menjadi pusat keaagamaan buddha aliran mahayana di dunia, sekitar 600 tahun lamanya dimulai tahun 825 - 1400-an masehi, kemudian ia tertimbun tanah selama ratusan tahun, kemudian ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh peneliti Belanda.
Pembangunan Candi PRAMBANAN
Setelah selesai Pembangunan Candi Borobudur untuk tempat peribadatan umat Buddha dikerjakan oleh 3 (tiga) Raja Medang Mataram, yakni: Rakai Panunggalan, Rakai Warak Raja ke-4, dan Rakai Garung (Samaratungga) Raja ke-5
Maka Raja Medang Mataram ke-6, bernama Rakai Pikatan suami dari Pramodawardhani (menantu Samaratungga), juga mengerjakan Candi Prambanan untuk peribadatan umat Hindu, mulai dibangun pada tahun 850 Masehi, sebagai tandingan terhadap Candi Borobudur dan Candi Sewu yang berdekatan.
Pada tahun 850 Masehi, Pembangunan Candi Prambanan mulai dilakukan secara bertahap oleh Rakai Pikatan kemudian dilanjutkan oleh Rakai Kayuwangi (Lokapala) dengan memperluas kompleks candi diperluas dengan pembangunan ratusan candi perwara (candi pengawal) hingga tahun 898 Masehi.
Akhirnya pada tahun 915 Maseho, Candi Prambanan diselesaikan dengan sempurna oleh Rakai Balitung (Maha Sambu). Proyek ini melibatkan sekitar 200.000 pekerja dan berlangsung selama lebih dari 60 tahun. Hal ini didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha.
Karena kemegahan Candi Prambanan yang bercorak Hindu, yang berdekatan dengan candi Borobudur yang bercorak Buddha yang mengagumkan dunia sebagai pusat peribadatan terbesar di dunia, maka Rakai Balitung (Maha Sambu), memindahkan ibukota pusat kerajaan Medang Mataram dari Magelang-Kedu ke daerah Prambanan-Jogja
Fungsi Candi PRAMBANAN sebagai Candi Utama:
- Memuliakan Trimurti: Kompleks candi dibangun untuk menghormati tiga dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Brahma (pencipta), Wishnu (pemelihara), dan Siwa (perusak/pelebur). Candi Siwa adalah yang paling utama dan paling megah.
- Karena kemegahannya, Candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan.

Ternyata, jumlah candi di Prambanan 249, tapi dalam dongeng dikatakan berjumlah 1000, yang di kerjakan oleh pasukan Jin, hanya semalam sebelum fajar menyingsing - Fungsi Candi Perwara (Pengawal):
- Tempat pemujaan tambahan: Candi-candi perwara mengelilingi candi-candi utama dan berfungsi sebagai tempat pemujaan yang lebih kecil bagi para dewa-dewi.
- Representasi tatanan alam semesta: Secara simbolis, tata letak candi perwara mengelilingi candi utama menciptakan pola konsentris yang simetris melambangkan mandala, yaitu tatanan kosmos menurut pandangan Buddha Mahayana. Candi utama mewakili pusat alam semesta, sementara candi perwara mewakili elemen-elemen lain yang mengelilinginya, sebagai harmoni dan keseimbangan, tentang penataan candi perwara di sekeliling candi utama, guna menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam kompleks candi, ini mencerminkan filosofi keselarasan antara keindahan arsitektur dengan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.



Komentar
Posting Komentar