Asal Usul JAYAKATWANG dan hubungannya dengan Sang Prabu KERTANEGARA

Asal usul : JAYAKATWANG

Garis dari Ayah : 
Ayahnya bernama: SASRAJAYA Adipati Kediri bin Jayasabha Adipati Kediri bin Kertajaya Raja Kediri (terakhir) yang ditaklukkan oleh Ken Arok.

Garis dari Ibu : 
Ibunyq adalah (Putri dari Anusapati), bin Tunggul Ametung Akuwu Tumapel yang dibunuh oleh Ken Arok.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa ibu dari Jayakatwang bersaudara kandung dengan Wisnuwardhana (Seminingrat) Raja Singosari.

Asal usul KERTANEGARA

Garis dari Ayah : 
Ia adalah anak laki-laki dari WISNUWARDHANA (Seminingrat) Raja Singasari ke 4, bin Anusapati Raja Singasari ke 2.

Garis dari Ibu : 
WANING HYUN putri dari Mahisa Wong Ateleng, Putra dari Ken Arok Pendiri Kerajaan Singasari. Sedangkan ibu dari Waning Hyun, bernama: "Dewi Suhito" putri dari Jayasabha Adipati Kediri.

Sehingga Putra Wisnuwardhana bernama "Kertanegara raja Singosari" adalah sepupu dengan "Jayakatwang Adipati Kediri"

Selanjutnya Jayakatwang memperistri Nararya Turukbali (saudara kandung Kertanegara) melahirkan, "Ardharaja".

Kemudian, Ardharaja menikah dengan "sepupu" putri sulung Prabu Kertanegara bernama "Dyah Tribhuwaneswari".

JAYAKATWANG vs KERTANEGARA

Pepatah mengatakan; 

"Dalamnya laut bisa diduga, dalamnya hati siapa yang tahu?"

Apalagi jika itu berkaitan dengan dendam kesumat dan ambisi politik dan keserakan kekuasaan dan kekayaan, manusia bisa lupa diri: buta mata, buta telinga, buta hati.

Apalagi jika dibumbui oleh "hasutan" dari pihak ketiga, sebagaimana pada peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang kepada Prabu Kertanegara, sebuah pengkhianatan yang tak terduga (Sepupu, Ipar, Besan).

Latar belakang Perkawinan Politik.

Berawal, ketika Ken Arok (Akuwu Tumapel) menumbangkan kerajaaan Kediri yang zalim kepada para brahmana, pada waktu itu masa pemerintahan Prabu Kertajaya.

Untuk menyambung keberlangsungan pemimpin di Kediri, maka Ken Arok setelah mendirikan kerajaan Singasari, ia mengangkat putra Prabu Kertajaya, yang bernama: "JAYASHABA" sebagai Adipati Kediri (sebagai penerus) tetapi berada dalam kekuasaan (vassal) Singasari. 

Untuk memperkuat legitimasi dan hubungan kekeluargaan, maka Ken Arok Raja Singosari menikahkan anaknya dari hasil pernikannya dengan Ken Dedes, yang bernama: "Mahisa Wong Ateleng" dengan "Dewi Suhito", putri dari Jayasabha Adipati Kediri, sehingga melahirkan: "WANING HYUN".

Kemudian ditambah lagi melalui perkawinan antara "putri Anusapati" bin Tunggul Ametung, dengan Sastrajaya Adipati Kediri (saudara Dewi Suhito), melahirkan: "JAYAKATWANG".

Hingga kemudian Jayakatwang menikahi Turukbali putri dari Waning Hyun, melahirkan "Ardharaja" yang menikah dengan Dyah Tribhuwaneswari Putri dari Prabu Kertanegara raja Singasari (terakhir)

Jika kita menilik, lebih seksama hubungan kekerabatan "Jayakatwang-Kertanegara", terdapat hubungan "sangat kental" yang saling terkait tak terpisahkan dan tak tergoyahkan sebagai sepupu, ipar dan sekaligus besan, "sehingga" pengkhianatan itu tidak mungkin terjadi ("nihil").

Namun ada hasutan dari Arya Wiraraja yang pernah "sakit hati", kepada Prabu Kertanegara, sehingga bisa mengubah perjalanan sejarah bagi kerajaan Singasari, melalui Penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang (Sepupu, Ipar, Besan) kepada Prabu Kertanegara, akibat hasutan dari Arya Wiraja Adipati Sumenep yang sakit hati kepada Prabu Kertanegara, dengan mengasingkannya sebagai Adipati Sumenep.

Ketika penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang yang memporak porandakan istana Mahapahit, maka pasukan yang dipimpin oleh Ardharaja putra Jayakatwang, malahan berbalik arah dan berpihak kepada Ayahnya (Jayakatwang) dan menarik pasukan Singasari, untuk mengkhianati mertuanya (Kertanagara).

Sehingga "Dyah Tribhuwaneswari" putri Sulung Prabu Kertanagara, yang telah diperistri oleh Pangeran Ardharaja bin Jayakatwang, ia dijadikan tawanan bersama Adik bungsunya yang bernama: "Rajapatni" setelah ayah mereka dibunuh oleh Jayakatwang di dalam istananya.

Salah satu menantu Prabu Kertanegara raja Singosari, bernama: "Raden Wijaya" yang selamat berhasil meloloskan diri bersama putri ke-2 dan putri ke-3 dari Kertanagara yang notabene keduanya adalah  istri dari Raden Wijaya.

Catatan Penting:

1. Ayah Jayakatwang (Sastrajaya) bersaudara dengan nenek Kertanegara (Dewi Suhito) 

2. Ibu Jayakatwang (tidak disebut namanya) bersaudara dengan ayah Kertanegara (Wisnuwardhana Raja Singasari)

3. Istri Jayakatwang (Turukbali binti Wisnuwardhana) bersaudara kandung dengan Prabu Kertanegara Raja Singasari.

4. Anak laki-laki Jayakatwang (Ardharaja) menikahi anak perempuan Prabu Kertanegara (Dyah Tribhuwaneswari).

5. Dyah Tribhuwaneswari "kemudian" di tawan oleh Jayakatwang (mertua) sebab ia telah membunuh ayahnya (Kertanagara)

6. Selama di tawan oleh Mertuanya, Dyah Tribhuwaneswari "tidak dibela" oleh suaminya (Ardharaja) sehingga ia "diculik" oleh iparnya (Raden Wijaya) untuk diselamatkan di Sumenep Madura.

7. Setelah Singasari runtuh, Arya Wiraraja mendekati Prabu Jayakatwang untuk memberikan fasilitas kepada Raden Wijaya, untuk membuka perkampungan di dekat hutan Tarik.

8. Ketika, Raden Wijaya berhasil mengalahkan Jayakatwang, sesuai saran dari Arya Wiraraja, dengan cara mempergunakan kekuatan tentara mongol (tartar) sang penguasa daratan china.

9. Untuk memperkuat "Legitimasi Kekuasaan" maka Dyah Tribhuwaneswari (bekas istri Ardharaja) "dihalalkan/diperistri" oleh Raden Wijaya sebagai istri ke-3

10. Atas kekecewaan Ranggalawe atas pengangkatan Nambi sebagai Mahapatih, ia memberontak sehingga di bunuh oleh Kebo Anabrang yang pulang dari Sumatera melaksanakan Ekspedisi Pamalayu.

11. Lembu Sora, Melihat kematian tragis Ranggalawe yang dibunuh oleh Kebo Anabrang, sehingga ia pun membunuh Kebo Anabrang pada saat itu juga.

12. Melihat kekacauan dan kematian putranya (Ranggalawe) dan kematian saudaranya (Lembu Sora), maka Arya Wiraraja "pulang" dan menetap di Sumenep

ARDHARAJA Sebagai Korban Ambisi "Ayah-nya"

Secara hitung-hitungan (kalkulasi) garis kepemimpinan di Singasari, maka yang sangat berpeluang sebagai generasi penerus adalah "Ardharaja" putra Jayakatwang Adipati Kediri, untuk menggantikan pamannya (Kertanegara).

Bagi Ardharaja, Kertanegara sebagai paman sepupu dengan ayahnya (Jayakatwang) "sebab" ayah dari Kertanegara (Wisnuwardhana) bersaudara kandung dengan ibu dari Jayakatwang.

Selain itu bagi Ardharaja, Prabu Kertanagara sebagai paman kandung sebab ibu Ardharaja (Turukbali binti Wisnuwardhana) bersaudara kandung dengan Prabu Kertanegara raja Singasari.

Selain sebagai Paman, Prabu Kertanegara juga sejaligus sebagai  "bapak mertua"  yang tidak punya anak laki-laki, dimana Ardharaja memperistri "Dyah Tribhuwaneswari" putri Sulung Kertanegara.

Adapun menantu lain dari Prabu Kertanagara adalah Raden Wijaya putra dari Dyah Lembu Tal binti Mahisa Campaka (Narasingamurti). 

Ibu dari Raden Wijaya (Dyah Lembu Tal) adalah sepupu dari Prabu Kertanegara, yang beda kualitasnya dengan ibu dari Ardharaja (Turukbali) yang bersaudara kandung dengan Prabu Kertanegara.

Referensi : 

Dari berbagai sumber, termasuk: 
- Website : Kabupaten Sumenep.
- Prof Slamet Muljana 
- Wikipedia

Komentar

Postingan Populer